Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu stabilitas kebijakan moneter maupun sistem keuangan nasional. Menurutnya, mekanisme pergantian kepemimpinan di bank sentral telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Bank Indonesia sehingga proses transisi dapat berjalan dengan baik.
Hekal mengajak masyarakat untuk menghormati keputusan Perry Warjiyo beserta alasan pribadi yang melatarbelakanginya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry selama memimpin Bank Indonesia dan pengabdiannya selama berkarier di lembaga tersebut.
“Kita harus menghormati keputusan beliau untuk mengundurkan diri dan juga menghormati privasi atas apa pun alasan yang melatarbelakanginya. Yang pasti, kita patut memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi beliau selama menjadi Gubernur Bank Indonesia maupun selama berkarier di BI,” ujar Hekal, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti kini menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI hingga Presiden mengajukan calon gubernur definitif kepada DPR RI.
Menurut Hekal, pengalaman dan kapasitas Destry Damayanti dinilai memadai untuk memastikan seluruh fungsi Bank Indonesia tetap berjalan normal selama masa transisi kepemimpinan.
“Ibu Destry memiliki pengalaman yang cukup dan selama ini berperan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta pelaksanaan kebijakan moneter. Saya yakin beliau mampu menjaga kinerja Bank Indonesia selama masa transisi ini,” katanya.
Hekal juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing berbagai spekulasi yang berkembang mengenai pengunduran diri Perry Warjiyo. Ia menegaskan seluruh proses pergantian kepemimpinan dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan kesinambungan kebijakan moneter tetap terjaga, bukan memperbesar isu-isu yang belum memiliki dasar yang jelas.
Lebih lanjut, Hekal menilai koordinasi yang solid antara Bank Indonesia dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal, kata dia, akan menjadi penopang utama dalam mempertahankan kepercayaan pelaku pasar dan masyarakat selama proses transisi berlangsung.
Ia optimistis masa transisi kepemimpinan di Bank Indonesia dapat dilalui tanpa gejolak berarti hingga Presiden mengusulkan calon gubernur definitif dan DPR menyelesaikan proses uji kelayakan serta kepatutan sesuai ketentuan perundang-undangan.***





