Curhat Logistik ke Bahlil, Golkar Bali Minta Support Pusat Menuju 2029

Curhat Logistik ke Bahlil, Golkar Bali Minta Support Pusat Menuju 2029

Fajarasia.id  — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Bali secara terbuka meminta dukungan logistik dari pengurus pusat demi memperkuat pergerakan politik di daerah. Langkah ini disampaikan Ketua DPD Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih di hadapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Denpasar, Sabtu (3/10/2026).

Pria yang akrab disapa Demer tersebut menilai, meski aspek sumber daya manusia, jaringan, hingga sistem manajemen berbasis digital telah siap, faktor pembiayaan tetap menjadi salah satu tantangan terbesar di lapangan.

“Logistik ini kadang-kadang menjadi faktor utama dalam kesuksesan. Kalau logistik kami agak kurang, kami lapor saja ke Ketum untuk Bali, jadi perlu dibantu oleh DPP,” ujar Demer.

Dalam pilar pergerakannya, Demer mengklaim jajaran pengurus Golkar Bali kini berada dalam kondisi solid untuk mengawal agenda politik menuju 2029. Dari total 108 pengurus DPD, struktur kepengurusan merangkul 47 kader dari kalangan Generasi Z serta memenuhi keterwakilan perempuan hingga 37 persen.

Menurutnya, kesiapan struktur ini sejalan dengan pergeseran arah kebijakan nasional yang makin berfokus pada pembangunan manusia dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengurus pusat memahami betul dinamika dan kendala operasional yang dihadapi para kader di tingkat daerah.

“Saya mengerti betul apa yang menjadi kesusahan bapak/ibu di kabupaten/kota dan provinsi. Seperti orang Papua bilang, ‘Ade kau baru mau tulis, kakak sudah baca’,” kata Bahlil.

Bahlil menjelaskan, DPP Partai Golkar secara rutin menyiap skema gotong royong untuk menyokong kebutuhan daerah, khususnya pada momentum hari jadi partai. Bantuan disalurkan lewat program sosial dan pembagian sembako murah agar kader dapat menyapa warga secara langsung hingga tingkat desa.

Di akhir arahannya, Bahlil mengingatkan seluruh kader di Bali untuk terus menjaga iklim politik yang sejuk serta tidak memposisikan partai politik lain sebagai lawan yang harus dimusuhi.****

Pos terkait