Resmi Jabat Kabaharkam Polri, Herry Heryawan Tegaskan Komitmen Pengabdian

Resmi Jabat Kabaharkam Polri, Herry Heryawan Tegaskan Komitmen Pengabdian

Fajarasia.id — Komisaris Jenderal Herry Heryawan resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri. Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (3/10/2026).

Mantan Kapolda Riau itu mengisi posisi Kabaharkam menggantikan Komjen Karyoto, yang dimutasikan sebagai Perwira Tinggi (Pati) Baharkam Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.

Usai prosesi pelantikan, Herry menegaskan komitmennya untuk mengemban amanah baru tersebut dengan penuh integritas dan rasa tanggung jawab.

“Apa pun jabatan dan di mana pun tempat bertugas, orientasinya tetap sama, menjaga keamanan, hadir di tengah masyarakat, serta menjalankan tugas dengan integritas dan penuh tanggung jawab,” ujar Herry.

Regenerasi dan Keberlanjutan Organisasi

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini memandang rotasi kepemimpinan sebagai dinamika alami dalam tubuh Korps Bhayangkara. Bagi Herry, pergantian pejabat merupakan bagian penting dari proses regenerasi dan penjamin keberlanjutan pelayanan kepolisian kepada publik.

Tugas sebagai Kabaharkam ia posisikan sebagai muara kelanjutan pengabdian dari berbagai rekam jejak penugasan terdahulu, termasuk kepemimpinannya di Polda Riau.

“Setiap amanah tentu memiliki tantangan dan tanggung jawab yang berbeda. Namun prinsipnya tetap sama, bagaimana kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Apresiasi untuk Masyarakat Riau

Dalam kesempatan tersebut, Herry menyampaikan terima kasih atas sinergi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan di “Bumi Lancang Kuning” — mulai dari jajaran Polda Riau, pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, akademisi, hingga insan pers.

Ia berharap kolaborasi kuat yang telah terbangun di Riau dapat terus terpelihara dan menjadi modal semangat dalam menjalankan tugas-tugas menjaga ketertiban masyarakat di tingkat nasional.

“Mohon doa agar setiap langkah pengabdian ke depan senantiasa diberikan kemudahan dan keberkahan. Jabatan adalah amanah, dan pada akhirnya yang terpenting adalah bagaimana amanah itu dapat dijalankan sebaik-baiknya untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.****

Pos terkait