TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 22 Kg Sabu

TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan 22 Kg Sabu

Fajarasia.id – Upaya penyelundupan narkotika jenis Sabu lintas negara, berhasil digagalkan personil Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIII Tarakan, Kalimantan Utara. Dalam penyergapan itu, petugas menangkap 2 Warga Negara Asing (WNA) tersangka pelaku dan mengamankan 22 kg Sabu.

Penggagalan penyelundupan narkoba berawal dengan pertukaran informasi Intelijen Lantamal XIII Tarakan, BNNP Kalimantan Utara dan Bea Cukai Tarakan. Kemudian dilanjutkan pengintaian di sejumlah titik perairan Tarakan dan perairan Bulungan.

“Dari pengintaian itu berhasil mendeteksi proses ship to ship penyelundupan Narkoba pada tanggal 6 November 2023 . Diduga kurir narkoba akan menggunakan kapal nelayan kecil jenis ketinting,” kata Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksma TNI Deni Herman, dalam keterangan pers yang diterima Redaksi, Jumat (10/11/2023).

Kemudian langsung dilakukan penyergapan Patkamla Nayaka, Speed Boat Bea Cukai dan penyekatan alur oleh RHIB Trimaran, Lantamal XIII.

Saat penyergapan, tiga awak kapal berusaha melarikan diri dengan melompat ke laut setelah sebelumnya membuang barang bukti ke laut. Tapi dua pelaku dan barang bukti berhasil diamankan tim gabungan, sementara satu pelaku lainnya berhasil lolos.

“Dari pemeriksaan ditemukan 23 paket berisi 23 kilogram narkoba jenis Methamphetamine atau sabu-sabu. Selain itu, tiga pelaku penyelundupan diiketahui merupakan warga negara Philipina,” kata Laksma TNI Deni Herman.

Kedua tersangka kurir narkoba itu saat ini sudah berada di Badan Nasional Narkotika Propinsi (BNNP) untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan perahu yang digunakan pelaku diamankan di Mako Satrol Lantamal XIII Tarakan.

Menurut Deni Herman penyelundupan narkoba yang dilakukan lewat perairan Kalimantan Utara menggunakan cara Ship to Ship. Sehingga tingkat kesulitan dalam mrnangkapnya cukup tinggi.

“Sehingga sinergitas antara TNI AL, BNNP Tarakan, Bea Cukai dan Kepolisian harus terus ditingkatkan. Bahu membahu patroli menjaga stabilitas keamanan di perairan perbatasan Indonesia – Malaysia dari segala bentuk ancaman dan pelanggaran hukum,” ucapnya.***

Pos terkait