TKN Ungkap Temuan Sementara Investigasi Surat Suara Tercoblos di Malaysia

TKN Ungkap Temuan Sementara Investigasi Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Fajarasia.id – TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menurunkan tim khusus mengusut dugaan kecurangan surat suara sudah tercoblos di Malaysia. TKN Prabowo-Gibran mengungkapkan hasil sementara pengusutan yang dilakukan tim khusus di Malaysia.

“Kemarin sore tim advokasi TKN yang dipimpin Pak Desmihardi sudah ketemu dan klarifikasi langsung dengan Dubes RI untuk Malaysia Pak Hermono dan Pak Hermanto terkait video pencoblosan surat suara,” kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman, kepada wartawan,Jumat (9/2/2024).

“Sesuai yang disampaikan KBRI telah bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk mengungkap video itu dan meminta Pos Malaysia untuk melakukan investigasi tentang video itu,” imbuhnya.

Temuannya, diduga kecurangan surat suara sudah tercoblos melibatkan petugas Pos Malaysia. Sebab, dalam video yang beredar ada karung yang merupakan milik Pos Malaysia.

“Dugaan awal dari KBRI pencoblosan itu melibatkan Pos Malaysia pada tingkat sawangan (cabang) karena dalam video terdapat karung yang merupakan property Pos Malaysia tingkat sawangan,” ujar Habiburokhman.

Namun, polisi Malaysia belum mendapatkan barcode pengantar surat suara dari Pos Malaysia karena petugas tersebut kabur. Jika barcode tersebut diperoleh, maka terduga pelaku pencoblosan surat suara dapat diketahui

“Untuk saat ini kendala investigasi Polisi Malaysia belum mendapatkan barcode pengantar surat suara dari pos yang ada dalan video karena kabur. Kalau barcode sudah terbaca, maka akan diketahui petugas pengantar surat suara dari Pos Malaysia dan juga akan diketahui siapa pelaku pencoblosan. KBRI memastikan bahwa mereka netral dalam pelaksanaan pemilu di Malaysia,” imbuhnya.

Bawaslu diketahui menelusuri dugaan kecurangan surat suara di Tempat Pemungutan Surat Suara Luar Negeri (TPSLN) di Malaysia yang sudah tercoblos. Bawaslu saat ini masih mengecek kebenaran terkait kondisi tersebut.

“Iya sedang dalam penelusuran Panwaslu Kuala Lumpur. Sedang berproses,” kata Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty kepada wartawan, Rabu (7/2)

Lolly mengakui pihaknya memang kesulitan mengawasi distribusi surat suara metode pos. Lolly menyebut ketiadaan anggaran pun menjadi kendala tersebut.

“Iya karena kalau pos kan, hubungannya dengan kebijakan negara termaksud. Yang Bawaslu awasi pada proses persiapan pengiriman (memastikan data pemilih pos tepat jumlah, tepat nama dan tepat tujuan sesuai alamat) dan proses kedatangan atau surat suara yang kembali,” ujarnya.

“Yang melakukan pun Panwaslu LN, karena kami tidak punya Pengawas LN Pos karena ketiadaan anggaran. Berbeda dengan PPLN yang punya KPPSLN Pos,” sambung dia.***

Pos terkait