Fajarasia.id – Mayoritas SMA-SMK swasta di Kota Bekasi menolak program sekolah gratis yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menampung siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Dari sekitar 200 SMK swasta, hanya sembilan yang bersedia ikut serta.
Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, menyebut penolakan terjadi karena kebijakan disusun tanpa melibatkan yayasan sebagai penyelenggara pendidikan. “Sosialisasi tidak jelas, hanya lewat pengawas pembina. Padahal keputusan strategis ada di yayasan, bukan kepala sekolah,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
BMPS juga menyoroti kebijakan penambahan rombongan belajar di sekolah negeri yang berdampak pada berkurangnya jumlah siswa di sekolah swasta. Ayung menilai pemerintah tidak pernah menghitung kapasitas swasta, padahal 53 persen siswa Jawa Barat menempuh pendidikan di sekolah swasta.
Selain itu, skema bantuan yang ditawarkan Pemprov Jabar dianggap belum realistis. Besaran dana Rp2,7 juta per siswa dinilai tidak cukup menutup biaya operasional SMA dan SMK. “Mekanismenya harus dibicarakan bersama,” kata Ayung.





