Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan bahwa percepatan transisi energi melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi solusi utama untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik di Provinsi Lampung yang mencapai 400 MW. Saat ini, kebutuhan listrik Lampung masih bergantung pada sistem interkoneksi Sumatera bagian selatan yang dinilai berisiko tinggi jika terjadi gangguan jaringan.
Dalam kunjungan Tim Kunspek Komisi XII DPR RI ke PLTU Tarahan, Sugeng menyoroti potensi panas bumi (geothermal) Lampung yang mencapai 800 MW. “Ke depan, kebutuhan listrik Lampung diproyeksikan meningkat hingga 1,6–1,8 gigawatt pada 2030. Karena itu, pemerintah daerah bersama PLN dan Kementerian ESDM perlu menyusun peta jalan lima tahunan agar pasokan listrik andal, berkelanjutan, dan berbasis energi bersih,” ujarnya.
Politisi Partai Nasdem tersebut menekankan bahwa listrik bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi negara. Ia juga menyoroti rasio elektrifikasi Lampung yang telah mencapai 99,8 persen, meski masih ada 0,2 persen rumah tangga yang belum menikmati akses listrik layak.
Sugeng menambahkan, target ke depan bukan hanya pemerataan akses, tetapi juga peningkatan kualitas layanan listrik. “Kualitas layanan harus ditingkatkan agar benar-benar menunjang aktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.





