Sekolah Rakyat, Pendidikan Jalan Ekonomi Rakyat

Sekolah Rakyat, Pendidikan Jalan Ekonomi Rakyat

Fajarasia.id – Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung dengan menyerap puluhan ribu tenaga kerja. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut hingga 7 Mei 2026, tercatat 59.541 orang terlibat dalam proyek ini di berbagai provinsi.

“Selain mendukung pemerataan pendidikan, pembangunan ini juga memberi dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja konstruksi dan pendukung di daerah,” ujar Dody, Rabu (13/5/2026).

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun permanen di atas lahan 5–10 hektare dengan konsep pusat pendidikan terpadu SD, SMP, dan SMA. Fasilitasnya meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, klinik, kantin sehat, lapangan olahraga, hingga ruang terbuka hijau.

Program ini dilaksanakan di 104 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan target menampung 112.320 siswa dalam 3.744 rombongan belajar. Kementerian PU menargetkan seluruh pembangunan selesai pada 20 Juni 2026.

Selain menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif, desain bangunan juga memperhatikan mitigasi risiko bencana, sehingga manfaatnya tidak hanya jangka panjang bagi pendidikan, tetapi juga bagi ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.***

Pos terkait