Fajarasia.id – Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn mengklaim terdapat kemajuan pada implementasi Lima Poin Konsensus (5PC). Menurutnya, kemajuan itu terkait bantuan kemanusiaan yang dikirimkan ASEAN kepada rakyat Myanmar.
“Mengenai Myanmar, bukan berarti kurangnya kemajuan, ada beberapa kemajuan khususnya dalam bidang Penyediaan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar. Anda harus ingat ASEAN sangat mendukungrRakyat Myanmar,” kata Hourn dalam pengarahan hasil Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) dan berbagai pertemuan terkait lainnya pada Keketuaan Laos, Selasa (30/7/2024) di Sekretariat ASEAN, Jakarta.
“Negara-negara anggota ASEAN bersama mitra telah memberikan dukungan khusus kepada Myanmar dalam memberikan bantuan kemanusiaan.”
Hourn menambahkan, kemajuan lainnya adalah dari penyataan bersama para Menteri Luar Negeri ASEAN terkait Myanmar. Seperti, yang tercantum dalam komunike bersama.
“Saya pikir para menteri luar negeri telah menyampaikan pesan keprihatinannya kepada Myanmar, pesan yang kuat sudah disampaikan ke Myanmar. Seperti yang bisa kita baca dalam komunike bersama dan menurut saya bahasanya jauh lebih kuat dari sebelumnya,” ucapnya.
Kemudian, terkait kinerja Utusan Khusus untuk Myanmar dari ASEAN. Dimana peninjauan selanjutnya pada Oktober mendatang dengan para pemimpin yang akan mendiskusikan mengenai kondisi di negara itu.
“Saat itulah para pemimpin akan melakukan diskusi jujur tentang situasi di Myanmar dan kemudian mereka akan memutuskan bagaimana mereka dapat meninjau ulang. Bagaimana mereka dapat mengundurkan diri pada 5PC” kata Hourn.
Meski telah berjalan sejak tiga tahun lalu, namun Hourn optimis 5PC merupakan dokumen acuan yang tepat untuk penanganan krisis di Myanmar. Serta, ia menyebut bahkan ada kemauan dari Myanmar untuk terlibat di dalam implementasinya.
“Perjanjian yang berlaku saat ini di antara negara-negara anggota ASEAN menyatakan, kita harus tetap berpegang pada 5PC, dan tidak ada yang salah dengan 5PC. Hal ini masih berjalan hingga saat ini, Anda dapat melihat beberapa perubahan di lapangan, Myanmar kini sangat ingin terlibat dengan ASEAN,” ujar Sekjen ASEAN.***





