Rupiah Melemah Tipis ke Posisi Rp16.080 per USD

Rupiah Melemah Tipis ke Posisi Rp16.080 per USD

Fajarasia.id – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, dalam perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,21 persen (34 poin menjadi Rp16.080 per dolar AS.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen pasar. Pasar kini sedang menunggu dua data ekonomi Amerika Serikat, yakni data indeks harga produsen dan indeks harga konsumen.

“Indeks harga produsen akan dirilis Selasa, dan indeks harga konsumen akan dirilis Rabu waktu Amerika Serikat. Kedua data ini menjadi faktor penentu prospek suku bunga AS,” kata Ibrahim, Senin (13/5/2024).

Sikap wait and see pelaku pasar, membuat indeks dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya. Sementara itu, kondisi perekonomian di Tiongkok juga belum menunjukkan banyak kemajuan.

“Masih banyak yang harus dilakukan Beijing untuk menopang pertumbuhan ekonominya. Inflasi indeks harga konsumen di Tiongkok juga meningkat dari perkiraan, dan aktivitas bisnis masih melambat,” ujar Ibrahim.

Pelaku pasar juga mencermati kemungkinan memanasnya kembali perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Menyusul pernyataan Biden yang akan menerapkan lebih banyak tarif perdagangan, khususnya terhadap produk kendaraan listrik Tiongkok.

Di Eropa, bank sentral mengisyaratkan pemangkasan suku bunga pada bulan Juli mendatang. Namun belum jelas seberapa besar pemangkasan yang akan dilakukan oleh bank sentral Eropa.

Di dalam negeri, pemerintah mewaspadai kondisi perekonomian global yang masih tak menentu akibat konflik geopolitik yang berlanjut. Pertumbuhan ekonomi di Eropa yang rendah dan prospek pemilu di Eropa dikhawatirkan akan berimbas pada perekonomian dalam negeri.***

 

Pos terkait