Pergeseran Tren, Rokok Elektronik Lebih Digemari Remaja

Pergeseran Tren, Rokok Elektronik Lebih Digemari Remaja

Fajarasia.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan terjadi pergeseran tren merokok di kalangan remaja dan anak-anak. Semula rokok konvensional, kini rokok elektronik paling banyak digemari.

“Hasil data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan 10 kali lipat penggunaan rokok elektronik. Dari 0,3 persen menjadi 3,0 persen,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, Eva Susanti dalam media briefing ‘Hari Tanpa Tembakau Sedunia’ di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Eva menambahkan, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 juga menunjukkan adanya peningkatan penggunaan rokok elektronik. Sebelumnya data Riskesdas 2018 hanya 0,06 persen, kini menjadi 0,13 persen.

“Jadi kemungkinan ada kecenderungan anak-anak mengalihkan penggunaan rokok konvensional kepada rokok elektronik,” ujar Eva. Menuru data SKI, lanut Eva, rentang usia perokok terbanyak di Indonesia adalah usia 15-19 tahun atau sekitar 56,5 persen.

Selanjutnya jumlah perokok terbanyak kedua ada di usia 10 – 14 tahun atau sekitar 18,4 persen penduduk Indonesia. Tidak hanya pada kalangan remaja dan anak-anak, jumlah perokok dewasa juga kian bertambah sebanyak 8,8 juta orang.***

Pos terkait