Pemerintah Dorong Bulog Ekspor Jagung, Produksi Nasional Catat Surplus

Pemerintah Dorong Bulog Ekspor Jagung, Produksi Nasional Catat Surplus

Fajarasia.id – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong Perum Bulog untuk mulai mengekspor jagung. Langkah ini diambil menyusul surplus produksi jagung nasional yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

“Kita siap-siap ekspor. Bulog, tolong ini bukan pekerjaan kecil,” tegas Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Jumat (9/1).

Pernyataan itu disampaikan Amran saat menghadiri panen raya jagung serentak di Bekasi bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, serta Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka ini naik 6,44 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 15,14 juta ton.

Dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15,65 juta ton, terdapat surplus 463,9 ribu ton. Surplus ini meningkat 23,2 persen dibandingkan 2023 yang hanya 307,4 ribu ton.

“Surplus tersebut mendorong pemerintah untuk mempersiapkan Bulog melaksanakan ekspor stok jagung,” jelas Amran.

Amran juga menyoroti kontribusi Polri dalam mendukung produksi jagung nasional. Dari total 700 ribu hektare lahan yang digarap, produksi mencapai 3,5 juta ton atau sekitar 20 persen dari produksi nasional.

“Pak Kapolri luar biasa, capaiannya sampai 20 persen. Presiden pun memberi apresiasi,” kata Amran.

Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan capaian positif dalam sektor pangan. Setelah produksi beras melonjak hingga 34,7 juta ton pada 2025, kini jagung juga menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Data Proyeksi Neraca Pangan Nasional per Desember 2025 mencatat realisasi ekspor jagung hingga November mencapai 21,3 ribu ton. Pemerintah pun tidak melakukan impor jagung pakan untuk stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya siap menjalankan arahan Presiden untuk ekspor jagung. “Kami menargetkan di tahun 2026 Bulog akan melaksanakan ekspor, baik beras maupun jagung. Kami akan bersinergi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Dengan surplus yang terus meningkat, ekspor jagung diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional sekaligus menyejahterakan petani.

Pos terkait