Mungkin  Ini Penyebabnya Para Pencinta Habib Geruduk KH Imaduddin Utsman Al Bantani Saat Ceramah, Ki Imad : Keturunan Yaman Bukan Habib

Mungkin  Ini Penyebabnya Para Pencinta Habib Geruduk KH Imaduddin Utsman Al Bantani Saat Ceramah, Ki Imad : Keturunan Yaman Bukan Habib

Fajarasia.id – Masyarakat mempertanyakan dibalik penggerudukan acara maulid nabi yang di gelar di Tambun selatan saat KH Imaduddin Utsman Al Bantani atau yang paling akrab di kenal Ki Imad yang dilakukan oknum – oknum yang mengaku cinta habib dan Rabithah Alawih pada minggu (29/10/2023) kemarin.

Redaksi mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi, kepada KH Imaduddin Utsman Al Bantani atau yang paling akrab di kenal Ki Imad.

ki Imad mengaku tidak tau apa penyebabnya.

” Saya tidak paham apa penyebabnya, karena saya saat ceramah tiba- tiba ada sekelompok orang datang meminta saya berhenti ceramah soal nasab nabi.” Ucapnya saat dihubungi, Senin (30/10/2023).

Namun saat ditanya apakah soal tesisnya soal Nasab nabi itu atau soal kerapnya mempertanyaan seputar gelar Habib di Indonesia.

Ki Imad mengaku dirinya kerap dianggap sebagai Kontroversi dan tidak suka terhadap habib.

namun menurut ki Imad dirinya melakukan penelitian bahwa setelah Bahar Smith mengaku layak dimuliakan karena bergelar Habib.

Berikut pertanyaan seputar Habib dijawab KH Imaduddin Utsman Al Bantani. Bekal bagi umat muslim Indonesia dalam melihat ciri seorang Habib.

Apakah gelar Habib itu merupakan bagian dari ajaran Islam?

Gelar Habib itu tidak dikenal dalam ajaran Islam. Dalam Alquran diceritakan orang Yahudi dan Nasrani berkata bahwa mereka adalah anak-anaknya Allah. “Kami adalah habib-habibnya Allah,” dalam ajaran Islam tidak ada.

Bagaimana hukum bergelar Habib?

Kalau gelar ini akan menjadikan dirinya sombong, merasa lebih hebat daripada orang lain. Kemudian angkuh maka termasuk Ubaiyah Al jahiliyah.

Bagaimana hukum memanggil Habib?

Orang yang memanggil Habib, lalu dia tahu orang yang dipanggil Habib menjadi sombong dan angkuh, maka hukum sebutan Habib padanya adalah haram.

Apa benar Habib pasti tidak akan masuk neraka?

Ini sama dengan perkataan orang Yahudi. Orang Yahudi berkata; “Kami tidak akan terkena masuk neraka kecuali hanya beberapa hari saja”.

Kalau sekarang ada orang yang mengatakan Habib pasti tidak akan masuk neraka berarti dia lebih hebat dari orang-orang Yahudi. Itu sifat sombong dan angkuh. Allah melaknat orang sombong.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa di negeri ini, mayoritas masyarakat Indonesia masih belum memahami bahwa Nasab Keluarga Bani Alawi atau Ba’alawi Yaman yg menisbatkan dirinya sebagai keturunan Nabi melalui Sayyid Ahmad bin Isa Ar Rumi.

Ternyata, selain gagal secara kajian sejarah dan kitab nasab juga gagal secara uji genetika test DNA.

Kesimpulannya, menurut data kitab Nasab hingga sekitar abad ke 10 Hijriah. Baru muncul nama Ubaidillah bin Ahmad bin Isa yang konon hijrah dari Basrah Iraq ke Hadramaut.

Padahal dalam data dan kesaksian Naqib Iraq, Sayyid Ahmad bin Isa tidak pernah hijrah ke Yaman, bahkan makam beliau ada di Kota Muktabaroh selatan Baghdad.

Hanya berputra tiga orang yaitu Sayyid Muhammad, Ali dan Husein yang ketiganya berketurunan dan membuat Naqobah untuk saling mencatat nama keturunannya.

Kesimpulannya, tidak ada nama Ubaidillah sebagai anak Ahmad bin Isa artinya hal tersebut berarti fiktif dan batal sesuai ilmu nasab.

Dan yang lebih tragis lagi di era sekarang, dengan kemajuan teknologi yaitu ilmu genetika yang sudah lazim bahwa susunan basa nukleotida dalam DNA kita telah dapat dibaca dengan sangat presisi.

Maka menunjukkan bahwa mereka ini sama sekali bukan bangsa Arab, karena gen ras arabnya sangat – sangat kecil sekali.

Lembaga Eijkman yang dibawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ) pernah menampilkan secara terbuka hasil test DNA salah satu pembawa acara televisi NAJWA SHIHAB, dimana ras arabnya cuma sekitar 3%.

Dan hal ini sebenarnya bukan barang baru di Timur – Tengah sana, karena ketika test DNA di FamilyTreeDNA.

pada awal tahun 2000-an yang open posting hasilnya dipublish maka bisa terpetakan bahwa DNA dari keluarga – keluarga Dzurriyah Nabi yang tersebar di dunia Islam baik yang dari Jalur Al Hasani maupun Al Husaini ternyata telah terdeteksi secara presisi dengan baik.

Bahkan KH Imaduddin Utsman Al Bantani juga dalam sebuah penyataannya mengatakan soal keturunan Yaman bukan Habib ditulis dalam artikel berjudul; “Terputusnya Silsilah Habib Kepada Nabi Muhammad SAW,” dimuat dalam Portal qbadindo, 7 Januari 2023 lalu.

Artikel KH Imaduddin Utsman Al Bantani soal Yaman bukan keturunan Nabi, dikemas kembali Fajarasia.id agar mudah dipahami tanpa menghilangkan substansi artikel.

Artikel ini menjawab, klaim sebagian keturunan Yaman yang mengaku memiliki nasab (tali darah) dengan Baginda Nabi Muhammad SAW. Berikut artikelnya;

Para habib datang ke Indonesia sekitar tahun 1880-an sampai sebelum kedatangan Jepang tahun 1943, (Historiografi Etnis Arab di Indonesia, Miftahut Taubah, Journal Multicultural of Islamic Education, volume 6, h.132.).

Mereka berasal dari keluarga Ba’alawi, yaitu keturunan Alawi bin Ubaidillah.

Menurut mereka, Alawi bin Ubaidillah adalah keturunan Nabi melalui Husain. Nasab lengkapnya adalah Alawi bin Ubaidillah ‘bin’ Ahmad Al-Muhajir bin Isa Al-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Imam Ja’far Al-Shadiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein Bin Fatimah Az Zahra binti Nabi Muhammad SAW.

Nasab seperti ini tak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Karena salah nama dalam silsilah para habib, yaitu Ubaidillah tidak terkonfirmasi sebagai anak Ahmad al Muhajir dalam kitab nasab utama yang ditulis pada masa tokoh ketika masih hidup.

Contoh; Imam al Fakhrurrazi ulama abad ke enam dalam kitabnya, “As-sajarah al Mubarokah,” yaitu kitab yang dekat masanya dengan Alawi bin Ubaidillah.

Disebut jika Ubaidillah sebagai anak Ahmad bin Isa. Kitab As-syajarah al Mubarokah menegaskan bahwa anak Ahmad hanya tiga, yaitu; Muhammad, Ali dan Husein. Keterangan itu bisa dilihat di halaman seratus sebelas.

Ulama abad ke enam, abad ketujuh, abad kedelapan dan abad kesembilan awal juga tidak menyebutkan bahwa Ubaidillah adalah anak Ahmad bin Isa.

Ubaidillah disebut anak Ahmad bin Isa hanya ditulis pada buku karangan Habib Abdurrahman al Masyhur yang dikarang abad keempat belas hijrah. Jadi setelah ratusan tahun dari masa hidup ubaidillah sendiri.

Tentunya ini sangat aneh. Orang yang tidak ada di abad enam sebagai anak ahmad, tiba-tiba selang berabad-abad muncul sebagai anak Ahmad.

Para ulama di Timur Tengah pun ternyata banyak yang berpendapat yang sama.

Diantaranya para ulama adalah asal Yaman. Seorang ahli hadits, Syaikh Muqbil bin Hadi al Wada’I dalam kitabnya Sho’qotuz Zilzal Ia.

Dikatakan bahwa siapa yang bisa mengatakan kepada saya bahwa nasab leluhur Al Alawi, Al Ahdal dan Al Qadimi? mereka adalah tiga orang yang yang datang dari Irak ke Yaman. Lalu mengaku keturunan Nabi muhammad atau Alawiyyin.

Pendapat beliau bisa di baca di dalam kitabnya Sho’qotuz Zilzal halaman 45.

Beliau menyebutkan pendapatnya ini bukan mencela nasab karena mencela nasab itu adalah kebiasaan jahiliah. Syekh ingin mengatakan bahwa ia katakan untuk mengungkapkan kebenaran.

Syekh Umar bin Abdul Aziz az- Zaid, dalam Channel Youtube menyatakan bahwa hasil tes DNA para habib di Hadramaut Yaman, memiliki Haplogroup G, sedangkan Haplogroup G bukan Haplogroup orang Arab, tapi orang Kaukasus.

“Orang Arab memiliki Haplogroup J. Seharusnya jika mereka keturunan Nabi Muhammad, maka Haplogroup adalah J. Ini membuktikan jika mereka bukan orang Arab. Bagaimana mungkin mengaku keturunan Nabi Muhammad, tapi memiliki DNA bukan Arab.

Begitu pula ahli nasab Asyraf Tholibin dunia dari irak, seorang doktor Yasin al Kalidari al Husaini. Ia menyatakan bahwa nasab Ba Alawi Yaman tidak berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW.

“Kami tahu, dan seluruh ahli nasab tahu. Bahwa nasab Ba Alawi tidak tersambung pada Nabi Muhammad SAW,” ujar mereka bersaksi.

Pernyataannya ini bisa dilihat dalam tulisannya yang berjudul, “Asu Ful Mujiyah bi Bulani Dakwa Kamalil Huti Anisbah Hasyimiah”. Tulisan itu diposkan tanggal 28 Agustus 2017 di blog milik Naqobatul Asyrof Alam Islami.

Ini adalah penjelasan ilmiah bahwa para Habib asal Yaman terputus nasab dari Nabi Muhammad SAW.

Keterangan ini berdasarkan penelitian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Penulis: KH Imaduddin Utsman Al Bantani.

Namun hingga berita ini di turunkan redaksi mencoba menghubungi salahsatu oknum yang ikut menggeruduk Ceramah Ki Mad di Tambun bekasi selatan belum mendapat respon.**

Pos terkait