Fajarasia.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI menyampaikan inisiatif pembentukan ASEAN Treasury Forum (ATF), sebagai wadah untuk membahas berbagai aspek pengelolaan keuangan mikro. Inisiatif tersebut disampaikan Kementerian Keuangan dalam Seminar ‘Exploring The Establishment of ASEAN Treasury Forum’.
Seminar dalam rangkaian Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN ke-2 di Jakarta. Hal itu disampaikan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti dalam seminar tersebut, Kamis (24/8/2023).
“ASEAN Treasury Forum merupakan platform untuk berbagi berbagai aspek pengelolaan keuangan dan menjadi tolak ukur pengelolaan keuangan negara. Platform tersebut juga memfasilitasi penyelarasan strategi digitalisasi manajemen keuangan publik di kalangan negara anggota ASEAN,” kata Astera.
Pembentukan ATF, tambah Astera, akan memperkuat stabilitas keuangan di kawasan dan mendorong inovasi teknologi dalam pengelolaan keuangan negara. Digitalisasi manajemen keuangan publik akan meningkatkan kegunaan dari setiap uang yang dikelurkan pemerintah.
Dalam seminar itu, Astera juga menyampaikan pengalaman Kementerian Keuangan menerapkan digitalisasi manajemen keuangan publik. Antara lain dengan membuat aplikasi daring untuk Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).
“Mendorong digitalisasi dalam manajemen keuangan publik menjadi langkah penting untuk mencapai kemakmuran finansial di kawasan. Selain itu juga untuk meningkatkan daya saing negara-negara anggota ASEAN,” ujar Astera.
Inisiasi ATF memiliki lima tujuan utama. Pertama, berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan keuangan publik.
Kedua, peningkatan kapasitas dan pengembangan keterampilan terkait treasury. Ketiga, mendorong keuangan publik yang berkelanjutan
Keempat, mempercepat digitalisasi treasury untuk mendorong pemerintahan yang ramping, berbuat lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit. Kelima, memajukan komunitas ekonomi ASEAN untuk mendukung integrasi ekonomi ASEAN.****





