Fajarasia.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Bulog segera menyelesaikan penugasan impor yang diberikan pemerintah. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan beras di masyarakat sehingga tidak mengalami kekurangan.
“Koordinasi Bapanas dengan Bulog ini tentunya kita tidak akan mendapatkan lagi keterlembatan. Terutama beras,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama Kemendagri, Tomsi Tohir dalam rekaman suara yang diterima Redaksi, Minggu (9/6/2024).
Tomsi mengatakan, situasi dunia saat ini begitu dinamis, seperti terjadinya El-Nino yang menghambat produksi. Bahkan, sejumlah negara penghasil beras dunia menghentikan ekspornya.
Untuk itu menurutnya, Bulog harus belajar dari pengalaman yang sudah terjadi sebelumnya. Sehingga ketersediaan stok beras, utamanya dari luar negeri tidak mengalami keterlambatan.
Sebelumnya, Bapanas mencatat realisasi importasi beras sebesar 44 persen atau 1.779.257 ton dari total perizinan impor (PI). Sehingga masih tersisa sebanyak 56 persen lagi atau 2.266.504 ton yang belum terealisasi.****





