Fajarasia.id – Kementerian Agama (Kemenag) berharap tambahan kuota haji 20.000 orang akan mengurangi jumlah antrean untuk beribadah haji pada tahun depan. Dengan tambahan 20.000 orang itu, maka di tahun 2024 akan menjadi 241.000 oang.
“Biasanya, prosesnya kalau ada tambahan kuota itu. Kementerian Haji Arab Saudi akan memasukkan jumlah kuota dalam sistem e-Hajjnya,” kata Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie.
Anna mengatakan, tambahan kuota haji ini juga telah dilaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke Komisi VIII DPR RI.
“Karena tambahan 20.000 ini ada dampaknya. Misalnya nilai ONH, nilai manfaat dan uang yang harus dikeluarkan,” ujarnya, Kamis (9/11/2023).
Sebagaimana diketahui, tambahan kuota haji tahun 1445H/2024M sebanyak 20.000 orang. Diperoleh Indonesia saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi beberapa waktu lalu.
Kemenag menyebut tambahan kuota haji 20.000 rencananya akan dibagi untuk jemaah haji reguler sebanyak 18.400 setara dengan 92%. Dan kuota haji khusus sebanyak 1.600 setara dengan 8%.
Kuota tambahan terbanyak rencananya akan diberikan kepada Provinsi Jawa Timur sejumlah 3.897 tambahan kuota. Hal ini karena Jawa Timur menjadi provinsi dengan jemaah haji tunggu terbanyak sejumlah 1.107.347 orang.
Di posisi kedua, Jawa Tengah, dengan tambahan 3.095 kuota. Dengan jemaah tunggu terbanyak kedua sejumlah 879.542 orang.****





