Fajarasia.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, meminta masyarakat mewasapadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Hal tersebut seiring telah terjadi 8 kali kebakaran lahan dibeberapa titik yang ada di Banyuwangi, selama bulan September 2023.
Kepala Seksi Penyelematan dan Evakuasi Dinas Damkarmat Banyuwangi, Slamet Bikwanto mengatakan, potensi kebakaran hutan dan lahan selama puncak musim kemarau cukup tinggi. Karena musim kemarau tahun ini lebih kering jika dibanding tahun sebelumnya, sehingga percikan api bisa memicu terjadinya kebakaran lahan.
“Pada saat musim kemarau ini untuk lebih berhati-hati lagi, karena pemicu kebaran rata-rata karena humman error, seperti membuang puntung rokok, atau membakar sampah,” ucap Slamet, Senin (25/9/2023).
Berdasarkan beberapa kejadian kebakaran lahan terjadi selam bulan September, mayoritas disebabkan akibat adanya masyarakat membakar sampah, dan membersihkan lahan dengan dibakar. Kpndisi cuaca seperti saat ini api semakin membesar sehingga terjadi kebakaran lahan, seperti yang terjadi diwilayah Banyuwangi Kota, Sempu dan Kabat.
“Dimohon tidak membakar sampah, karena selain menyebabkan polusi, membakar sampah yang tidak terkendali juga bisa menyebabkan kebakaran di sekitarnya,” jelas Slamet.
Dengan kondisi cuaca seperti saat ini masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kebakaran. Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar.***





