Fajarasia.id – Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya melakukan regenerasi petani di Indonesia. Hal itu dilatarbelakangi karena jumlah petani muda turun dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, jumlah petani yang ada kurang lebih sebanyak 32 juta. Namun, dari jumlah itu, tidak sampai 30 persen adalah petani muda.
“Artinya minat kalangan muda terhadap pertanian semakin berkurang. Sebagian besar petani kita petani tua. Itu adalah fakta,” kata Dedi Selasa (14/5/2024).
Menurutnya, ketidaktertarikan generasi muda menjadi petani karena minimnya pendapatan yang diterima. Ditambah lagi, petani identik dengan pekerjaan yang kotor karena berjibaku dengan tanah.
“Kesannya kan seperti itu. Nah, persepsi itu harus kita ubah agar generasi muda bisa tertarik menjadi petani,” katanya, mengungkapkan.
Saat ini, kata dia, jumlah petani muda tidak mencapai 10 juta orang. Dari jumlah itu, pihaknya telah memberikan pelatihan kepada 540 ribu orang.
“Itu sudah kita garap ya, kita latih. Kita juga berpartner dengan program-program kementan baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan,” ujarnya.***




