Jemaah Indonesia Apresiasi Peran Petugas PPIH Mulia

Jemaah Indonesia Apresiasi Peran Petugas PPIH Mulia

Fajarasia.id – Jemaah calon haji (calhaj) Indonesia merasa senang dan mengapresiasi kehadiran petugas PPIH. Bagi jemaah, kehadiran petugas haji selalu sigap membantu dalam hal apapun ketika dibutuhkan.

“Alhamdulillah ada petugas yang bantu kami. Bahkan sejak dari bandara sampai di sini (Masjid Nabawi),” kata Herman, peserta calon haji asal Solo saat berbincang di pelataran Masjid Nabawi, Kamis (24/5/2024) pagi Waktu Arab Saudi.

Herman adalah satu di antara puluhan ribu jemaah asal Indonesia yang telah tiba di Madinah. Saat dijumpai, Herman mengatakan, terpisah dengan rombongan saat melaksanakan salat Dzuhur.

Saat akan pulang, Herman tiba-tiba lupa arah. Beruntungnya, Herman bertemu dengan petugas haji yang bersiaga di Masjid Nabawi.

Herman kemudian meminta diantarkan pulang ke lokasi pemondokkan. Tidak sulit untuk menemukan hotel jika jemaah membawa ID Card.

Karena, di dalam ID Card tersebut berisi informasi seputar hotel jemaah. Bahkan nomor telepon ketua kelompok terbang.

Selain Herman, pelayanan serupa juga dirasakan Harpiah, jemaah calon haji asal Palembang. Harpiah mengatakan, setelah melaksanakan shalat di Nabawi, dia lupa menyimpan sandal miliknya.

Sandal menjadi salah satu alat penting, utamanya di siang hari. Hal itu lantaran, lantai masjid akan panas dan dapt membuat kaki melepuh jika berjalan tanpa alas kaki.

“Alhamdulillah mas, dikasih sandal. Saya lupa naruh,” kata Harpiah.

Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi PPIH Arab Saudi, Surnadi mengatakan, mengantar jemaah yang lupa arah pulang dari Masjid Nabawi menuju hotel menjadi keseharian petugas. Fenomena ini sudah berlangsung sejak awal kedatangan jemaah calon haji Indonesia gelombang I di Madinah.

Jumlahnya terus bertambah, namun rata-rata bisa sampai seratusan orang dalam setiap hari yang harus diantar petugas haji. “Setiap hari, petugas rutin mengantar jemaah yang kebingungan saat hendak kembali ke penginapannya masih banyak bahkan per hari lebih dari 100 orang,” ujarnya.

“Penyebabnya beragam, mulai dari tertinggal rombongan, lupa rute balik hotel. Kemudian, kebingungan gara-gara keluar masjid lewat pintu yang berbeda, atau faktor lain,”.

Meski demikian, dia memastikan petugas haji akan tetap siaga. “Alhamdulillah, semua hal itu bisa diatasi. Semua jemaah bisa kembali ke hotelnya,” ucapnya.

Dia mengimbau, jemaah yang merasa kebingungan saat di Area Masjid Nabawi, tidak perlu khawatir. Mereka dapat langsung menuju posko penjagaan Seksus Nabawi.***

Pos terkait