BMKG Ingatkan Risiko Karhutla di Tengah Kemarau Panjang

BMKG Ingatkan Risiko Karhutla di Tengah Kemarau Panjang

Fajarasia.id  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang dan kering dibanding kondisi normal. Fenomena El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027, meningkatkan risiko kekeringan dan titik api di berbagai wilayah.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan peluang intensitas El Nino mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat 62 persen. “Dampaknya akan terasa ketika bertemu periode musim kemarau hingga pertengahan Oktober,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/6/2026).

BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi pada Agustus di 369 Zona Musim, mencakup hampir setengah daratan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi kering yang berkepanjangan membuat vegetasi dan lahan gambut lebih mudah terbakar.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan perlunya kesiapsiagaan daerah menghadapi karhutla. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif dibanding penanganan kebakaran yang sudah meluas. BMKG juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai strategi mitigasi tambahan, menyesuaikan kondisi atmosfer yang aktif.

Selain ancaman api, BMKG mengingatkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, transportasi, dan aktivitas ekonomi. Pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah respons cepat, terutama melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

BMKG mengimbau masyarakat aktif memantau informasi resmi cuaca dan iklim. Dengan kemarau panjang yang dibayangi El Nino, kesiapsiagaan menghadapi karhutla menjadi pekerjaan besar yang harus diantisipasi sejak dini.****

Pos terkait