Fajarasia.id – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahan bakar minyak jenis baru dengan campuran biodiesel 50 persen (B50) akan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut uji coba tahap akhir menunjukkan hasil positif dengan 80–90 persen parameter pengujian berjalan baik. “Kadar airnya bahkan lebih baik dibandingkan B40,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menambahkan regulasi tengah disiapkan agar penerapan B50 bisa berjalan serentak di berbagai sektor. Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel tahun ini meningkat dari 15,64 juta kiloliter menjadi 17,60 juta kiloliter.
Selain menghemat devisa hingga Rp157,28 triliun, program B50 juga diperkirakan menyerap tenaga kerja sekitar 2,2 juta orang dan menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO₂ sepanjang 2026.
Skema insentif tetap diberikan untuk sektor Public Service Obligation (PSO), sementara sektor non-PSO mengikuti mekanisme harga pasar. Pemerintah berharap transisi dari B40 ke B50 menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung komitmen pengurangan emisi.***





