Fajarasia.id – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, membeberkan kondisi stok beras di gudang Bulog yang mengalami penurunan mutu hingga rusak. Dari total stok nasional 5,3 juta ton, tercatat 93.488 ton beras turun mutu dan 3.619 ton rusak akibat bencana.
Dalam rapat bersama Komisi IV DPR, Amran menegaskan transparansi data diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi publik. “Saya minta rincikan data beras yang rusak, harus terbuka,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Beras turun mutu diklasifikasikan ke dalam tiga kategori. Kategori A sebanyak 93.488 ton masih bisa direproses, kategori B nihil, sementara kategori C sebanyak 3.619 ton rusak akibat banjir dan longsor. Amran menekankan sebagian beras rusak tetap memiliki nilai ekonomi karena dapat diolah menjadi produk lain, seperti tepung beras.
Sebagai langkah mitigasi, beras kategori A akan direproses dan dicampur dengan beras baru untuk program bantuan pangan. Adapun beras kategori C akan dihilirisasi agar tidak menimbulkan kerugian negara.
Untuk memperkuat kualitas penyimpanan, pemerintah tengah membangun 100 gudang modern Bulog senilai Rp5 triliun. Gudang ini dirancang mampu menjaga kualitas beras hingga dua hingga tiga tahun. “Kita minta Bulog waspada dari sekarang. Tantangan berbeda, stok beras tinggi tapi harus dijaga kualitasnya,” tegas Amran.****





