Indonesia Siap Angkat Isu Kelautan di COP31 Turki 2026

 Indonesia Siap Angkat Isu Kelautan di COP31 Turki 2026

Fajarasia.id  – Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan isu kelautan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31 (COP31) yang akan digelar tahun depan di Turki. Hal ini disampaikan oleh Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLHK, Ary Sudijanto.

Menurut Ary, laut memiliki peran vital bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. “Bagi kami laut adalah ruang hidup. Jika dunia ingin menjaga bumi, maka menjaga laut adalah keharusan,” ujarnya. Isu kelautan disebut berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan ekonomi pesisir yang menopang jutaan masyarakat Indonesia.

Jejak Indonesia di COP30 Brasil

Pada COP30 di Belem, Brasil, delegasi Indonesia sempat menyoroti hilangnya paragraf mengenai angka pendanaan adaptasi dalam draf keputusan. Indonesia menuntut agar komitmen pendanaan global, termasuk mandat tripling, dikembalikan ke teks final.

“Tanpa kejelasan pendanaan, negara-negara rentan akan semakin tertinggal menghadapi krisis iklim,” tegas Ary.

Selain itu, Indonesia juga memberikan masukan terkait definisi progressive gender agar penerapannya tetap mempertimbangkan kondisi nasional masing-masing negara. Diplomasi bilateral dengan Brasil sebagai ketua COP30 berhasil mengakomodasi sebagian besar masukan tersebut.

Paviliun Indonesia di COP30 menjadi salah satu pusat perhatian dengan menghadirkan 50 sesi diskusi, 60 pembicara, serta 20 pertemuan bilateral. Forum Carbon Connection for Climate Action bahkan berhasil menarik minat pembelian 2,75 juta ton CO₂e dari 44 proyek karbon.

“Paviliun Indonesia adalah ruang harapan. Kami hadir bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk memimpin,” kata Ary.

Catatan Penting

Dengan agenda besar di COP31, Indonesia bertekad menjadikan isu kelautan sebagai prioritas global. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang aktif memperjuangkan keberlanjutan bumi, sekaligus memastikan laut tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.****

Pos terkait