Fajarasia.id – Pemerintah bersama DPR RI tengah merampungkan aturan baru pendidikan nasional yang akan menggantikan regulasi sebelumnya. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, revisi ini dilakukan untuk memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan manusiawi bagi seluruh warga pendidikan.
“Kami sedang memperbaiki peraturan menteri yang lama dengan yang baru, agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang mendukung proses belajar sekaligus ruang tumbuh yang positif,” ujar Abdul Mu’ti usai menghadiri peringatan Hari Anak Sedunia di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Minggu (23/11/2025).
Lingkungan belajar aman dan nyaman: sekolah diharapkan menjadi ruang interaksi sehat antara guru dan murid.
Gerakan Sekolah Aman: aturan baru akan memperkuat implementasi gerakan ini di seluruh daerah.
Budaya inklusif dan berkeadaban: regulasi dirancang komprehensif, humanis, serta partisipatif.
Abdul Mu’ti menambahkan, dokumen aturan masih dalam tahap finalisasi. “Mudah-mudahan terbangun suasana di mana murid saling menghormati gurunya dan sesama teman. Kalau belum terbit jangan dibocorkan dulu,” katanya.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyambut baik langkah pemerintah. Menurutnya, regulasi lama perlu diperbarui agar sesuai dengan dinamika terbaru di sekolah.
“Permendikdasmen ini memang harus diperbaiki supaya lebih meng-cover perkembangan situasi. Ini bukan hanya tugas guru BK, tapi tanggung jawab banyak pihak,” jelas Hetifah.
Catatan Penting
Finalisasi aturan baru ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan Indonesia. Dengan regulasi yang lebih humanis dan inklusif, diharapkan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh yang aman, ramah, dan mendukung karakter peserta didik.****






