Wapres Gibran Hadiri Pertemuan Pemimpin MIKTA di Tengah KTT G20

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) disambut Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung (kanan), sebagai Ketua MIKTA di Hall 7 Johannesburg Expo Centre, Johannesburg, Afrika Selatan

Fajarasia.id – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menghadiri pertemuan para pemimpin negara-negara MIKTA di sela-sela gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan.

MIKTA merupakan forum kerja sama informal yang beranggotakan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Sejak dibentuk pada 2013 di New York, MIKTA hadir sebagai wadah negara-negara menengah untuk memperkuat tata kelola global dan menjembatani kepentingan negara maju serta berkembang.

Bacaan Lainnya

Pertemuan Singkat, Simbol Komitmen
Pertemuan kali ini dipimpin oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, selaku ketua MIKTA tahun 2025. Digelar di Hall 7 Johannesburg Expo Centre, acara berlangsung singkat tanpa agenda resmi, namun tetap menjadi simbol komitmen kerja sama antarnegara.

Usai pertemuan, Wapres Gibran bersama para pemimpin MIKTA lainnya melakukan sesi foto bersama sebagai penegasan solidaritas. Kehadiran Indonesia dinilai penting karena menegaskan peran MIKTA sebagai kelompok negara menengah yang aktif berkontribusi pada stabilitas dan kerja sama global.

Diplomasi di Sela KTT G20
Selain menghadiri pertemuan internal MIKTA, para pemimpin forum ini juga melakukan interaksi dengan sejumlah tokoh dunia. Di antaranya:

Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed Ali

Presiden Angola, Joào Manuel Goncalves Lourenco

Presiden Finlandia, Alexander Stubb

Sekretaris Jenderal UNCTAD, Rebeca Grynspan Mayufis

Presiden Prancis, Emmanuel Macron

Pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana MIKTA berperan sebagai jembatan diplomasi yang fleksibel, sekaligus memperkuat posisi negara-negara anggotanya dalam percaturan global.

Kehadiran Wapres Gibran di forum MIKTA menandai langkah Indonesia untuk terus aktif dalam diplomasi multilateral. Meski berlangsung singkat, pertemuan ini menjadi bagian dari strategi Indonesia menjaga relevansi MIKTA sebagai kelompok negara menengah yang mampu memberi warna dalam tata kelola dunia.

Pos terkait