Fajarasia.id – Menjelang puncak ibadah haji pada 9 Zulhijah, Menteri Haji dan Umrah RI Moch Irfan Yusuf bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meninjau kesiapan pelayanan kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Gus Irfan menegaskan kunjungan dilakukan untuk memastikan kesiapan tenaga medis dan pelayanan yang telah berjalan selama musim haji. “Kami ingin memastikan persiapan Armuzna, terutama kesiapan tenaga kesehatan,” ujarnya Minggu (24/5).
Ia mengakui adanya tantangan regulasi kesehatan di Arab Saudi yang ketat, namun tenaga medis Indonesia dinilai mampu menyesuaikan diri. Pemerintah juga menyiapkan klinik darurat di titik-titik strategis serta memperkuat kerja sama dengan rumah sakit Saudi untuk rujukan pasien.
Total lebih dari 1.200 tenaga kesehatan disiapkan, dengan setiap kloter didampingi satu dokter dan satu perawat. Gus Irfan menyebut jumlah jemaah yang dirawat maupun wafat tahun ini menurun signifikan berkat pemeriksaan istitha’ah kesehatan yang lebih ketat sejak di tanah air.
Sementara itu, Muhaimin mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan Indonesia yang dinilai tangguh menghadapi dinamika aturan di Arab Saudi. “Dokter kita mampu mengantisipasi dengan langkah tepat. Ke depan pola pelayanan akan terus dievaluasi agar semakin adaptif,” katanya.***





