Indeks Dolar Bangkit, Rupiah Turun ke Posisi Rp16.090

Indeks Dolar Bangkit, Rupiah Turun ke Posisi Rp16.090

Fajarasia.id – Nilai tukar rupiah tidak mampu membendung penguatan indeks dolar AS. Pada penutupan perdagangan Selasa (28/5/2024), rupiah turun 0,12 persen (18 poin) menjadi Rp16.090 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar masih mewaspadai sejumlah data ekonomi yang akan dirilis pekan ini. Di antaranya indeks harga personal (PCE) inti di AS serta indeks manajer pembelian (PMI) Tiongkok.

“Indeks PCE Inti akan menjadi penentu pandangan bank sentral AS terhadap penurunan suku bunga acuan,” ujarnya. Sedangkan data PMI Tiongkok menjadi petunjuk mengenai aktivitas bisnis di negara itu.

Alat pengukur CME Fedwatch menunjukkan penurunan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga di AS dalam waktu dekat. Pelaku pasar memperkirakan The Fed masih mempertahankan suku bunga stabil hingga September 2024.

Ibrahim juga mencermati ketegangan Timur Tengah yang meningkat kembali akibat serangan Israel ke Rafah. Menurut dia, ketegangan tersebut harus diwaspadai meski ada kabar baiknya dari sisi angkutan barang antarnegara.

“Dari sisi ekonomi ekonomi global ada kabar baik berdasarkan Baltic Index,” ujarnya. Indeks tersebut menunjukkan volume angkutan barang antarnegara (freight) yang meningkat 112 persen dibandingkan periode Desember 2023.

Menurut Ibrahim, ini menunjukkan peningkatan perdagangan internasional yang didorong perbaikan ekonomi di berbagai negara termasuk Tiongkok. “Hal ini memberikan harapan kondisi global yang lebih baik dibandingkan perkiraan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional,” ujarnya.***

Pos terkait