Fajarasia.id – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam proyek hilirisasi nasional menjadi kunci penting untuk meningkatkan daya tarik investasi strategis ke Indonesia. Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyebut sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus memastikan hilirisasi memberi nilai tambah berkelanjutan bagi ekonomi nasional.
Penilaian ini disampaikan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto kepada para rektor dan pimpinan perguruan tinggi yang menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mendukung investasi strategis dan proyek hilirisasi.
“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM, riset terapan, dan inovasi. Ini relevan untuk memastikan investasi strategis benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Ma’ruf, Jumat (16/1).
Menurut HKI, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui penyelarasan kurikulum, penguatan riset terapan, dan penciptaan talenta sesuai kebutuhan industri. Dalam konteks ini, Danantara berperan mempercepat pembiayaan proyek hilirisasi, kawasan industri memastikan kesiapan lokasi dan ekosistem usaha, sementara perguruan tinggi menopang keberlanjutan investasi lewat riset dan SDM unggul.
Ma’ruf menegaskan, keberhasilan proyek hilirisasi akan menciptakan dampak ekonomi luas.
“Ketika investasi tumbuh, ekonomi tumbuh. Lapangan kerja tercipta. Ekosistem industri nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” katanya.
HKI juga siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, mulai dari kesiapan kawasan industri, fasilitasi perizinan, hingga mengawal isu debottlenecking yang kerap dihadapi investor. Di sisi lain, HKI berkomitmen menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan tinggi, sebagaimana dituangkan dalam nota kesepahaman di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025.
“Kawasan industri bisa menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, serta penyerapan lulusan perguruan tinggi sesuai kebutuhan industri masa depan,” ujar Ma’ruf.
Dalam pertemuan dengan para rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1), Presiden Prabowo memaparkan kondisi energi, hilirisasi, serta situasi ekonomi dan ketahanan nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyebut pertemuan itu menjadi ruang komunikasi antara Presiden dan perguruan tinggi untuk menyampaikan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia.






