Fajarasia.id – Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1997 menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana di Sumatera dan Maluku Utara. Melalui jalur laut, mereka mengirimkan bantuan logistik dari Pelabuhan Kolinlamil, Jakarta, Kamis (15/1).
Dalam keterangan resmi, bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang masih bertahan di pengungsian maupun di rumah masing-masing. Total bantuan mencapai 10 ton, terdiri dari 697 paket logistik berisi makanan siap saji serta kebutuhan pokok lain yang bisa langsung digunakan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan, aksi sosial ini bukan hanya sekadar distribusi bantuan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas antaralumni AAL 43/1997.
“Jumlah yang didistribusikan kurang lebih 10 ton bantuan, terdiri dari 697 paket bantuan berupa makan siap saji dan keperluan lain yang sifatnya bisa langsung digunakan oleh masyarakat,” ujar Tunggul saat dikonfirmasi, Jumat (16/1).
Untuk wilayah Sumatera, bantuan dikirim lewat jalur laut dan akan disebarkan ke sejumlah titik bencana setelah tiba di pelabuhan. Sementara di Maluku Utara, logistik diangkut menggunakan KRI Dorang-874. Setibanya di pelabuhan, Lanal Ternate akan menyalurkan bantuan ke Halmahera Barat dan Halmahera Utara.
Tunggul berharap seluruh bantuan bisa tiba tepat waktu dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terdampak.
“Besar harapan kami bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, dan semoga dapat segera pulih sehingga pembangunan bisa kembali berjalan,” tutupnya.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tetap hidup di kalangan alumni AAL. Dengan dukungan logistik yang terorganisir, diharapkan masyarakat terdampak bisa segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.






