Gunung Anak Krakatau Erupsi

Gunung Anak Krakatau Erupsi

Fajaraasia.id – Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi, pada Rabu (4/1/2023), pukul 14.10 WIB. PVMBG juga langsung memberikan peringatan kepada masyarakat supaya tidak mendekati gunung tersebut.

“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau, atau beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah aktif. Tinggi kolom letusan teramati ± 100 Meter di atas puncak (± 257 m di atas permukaan laut),” kata PVMBG dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/1/2023).

PVMBG juga mencatat, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. “Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm, dan durasi 20 detik,” kata PVMBG.

Sementara, status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada Level III. “Atau Siaga, dengan rekomendasi masyarakat agar tidak mendekati gunung api dalam radius lima kilometer dari kawah aktif,” katanya.

Kegiatan vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak (11/6/1930) hingga tahun 2000, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali. Erupsi Gunung Anak Krakatau itu, bersifat eksplosif maupun efusif.

Dari sejumlah letusan tersebut, umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah dari sekitar tubuh kerucutnya. Waktu istirahat berkisar satu hingga delapan tahun. Selain itu, umumnya terjadi empat tahun sekali berupa letusan abu dan lelehan lava.

Pos terkait