Bappebti Akui Gagal Bentuk Bursa Kripto di 2022

Bappebti Akui Gagal Bentuk Bursa Kripto di 2022

Fajarasia.id –  Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengakui ada sejumlah target yang belum tercapai hingga akhir tahun 2022. Diantaranya tugas Bappebti membentuk Bursa Kripto.

“Kami sudah membangun ekosistemnya kira-kira seperti ini; ada bursa, ada pengelola, ada kliring, ada pedagang fisik aset kripto, dan ada pelanggan. Masalahnya, sampai hari ini kami belum berhasil membangun bursa asset kripto, kliring berjangka  maupun kustodian asset kripto,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam Outlook Bappebti 2023, Rabu (4/1/2023).

Masalah itu, tambah Didid, menjadi catatan besar buat Bappebti. Karena sebelumnya ditargetkan bursa asset kripto sudah terbentuk di tahun 2022.

Didid beralasan, Bappebti ingi memastikan ekosistem asset kripto bisa berjalan dengan baik, mulai dari bursa, kustodian dan kliring memenuhi kriteria. Sejauh ini, Bappebti kesulitan mencari bench-marking nya.

“Kami kesulitan menemukan negara yang sudah memiliki bursa yang baik untuk asset kripto. Yang bisa menjadi bench marking dan sesuai dengan Indonesia,” ucap Didid.

Hal itulah yang menyebabkan keterlambatan pembentukan bursa asset kripto. Maka, yang ada sekarang ini, hanya pedagang fisik dan pelanggan, dan ini menyulitkan Bappebti ketika terjadi permasalahan.

“Ketika terjadi masalah antara pedagang dan pelanggan, tanggung jawabnya ada di Bappebti. Bappebti tidak bisa membagi risikonya pada yang lain,” ujar Didid.

Karenanya Bappebti menginginkan ekosistem itu terbentuk secepatnya, dengan kualitas yang baik. Didid mengatakan akan mengupayakannya di tahun 2023 .****

Pos terkait