Fajarasia.id – Partai Gerindra secara bulat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Keputusan tersebut dihasilkan melalui Kongres Luar Biasa Partai Gerindra kemarin.
Menanggapi keputusan KLB Partai Gerindra tersebut, pengamat politik VoXPol Center, Syarwi Chaniago menilai, Partai Gerindra terlalu ambisius dan tidak menjaga perasaan rakyat yang telah mempercayakan pilihannya kepada Prabowo Subianto sehingga menjadi presiden.
“Secara sentimen tak bagus karena baru menjabat 4 bulan , sudah bicara tentang Capres 2029. Jadi gak ngerti menjaga perasaan rakyat, gak bagus gitu,” kata Pangi di Jakarta, Sabtu (15/2).
Ia menambahkan, bila Prabowo didapuk menjadi Ketua Umum Partai Gerindra, sudah pantas dan tidak ada yang mampu menggantikan Prabowo. Bahkan kalau perlu, kata Pangi, Partai Gerindra menetapkan Prabowo sebagai ketua umum partai Gerindra seumur hidup.
“Kalau jadi Ketua Umum (ketum) ya ketum aja. Jadi Ketua Gerindra seumur hidup gak masalah, kan hak pemegang saham di partai, gak perlu bicara capres. Kok ambisius gitu, , kok gak ngerti politik. Harusnya gak perlu bicara capres 2029, kerja aja baru 4 bulan, janji aja belum dikerjakan, masih proses,” kata Pangi.
Yang harus dilakukan Partai Gerindra, sambungnya, adalah fokus mendukung program-program yang telah ditetapkan oleh Prabowo Subianto untuk lima tahun kedepan.
“Ini sudah bicara capres aja, makan bergizi gratis aja masih berantakan, masih semrawut di lapangan. Bantu pak Prabowo dulu,” sebutnya.
Ia justru mengapresiasi jawaban Prabowo Subianto terkait pencapresan dirinya.
“Makanya wajar Prabowo bilang sabar dulu, biar saya tuntaskan janji kampanye saya dulu, itu baru benar,” katanya.




