Fajarasia.id – Peneliti BRIN berhasil mengidentifikasi bakteri asam laktat probiotik dari madu dan bee pollen lebah tanpa sengat asal Indonesia yang memiliki aktivitas biologis penting, mulai dari antibakteri, antibiofilm, antioksidan, hingga antikanker. Temuan ini membuka peluang pengembangan pangan fungsional berbasis biodiversitas lokal.
Riset dilakukan tim Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), memanfaatkan madu dari tujuh spesies lebah tanpa sengat di Yogyakarta dan Sumbawa. Hasil penelitian telah dipublikasikan di jurnal internasional Antonie van Leeuwenhoek dan International Microbiology, serta memperoleh pendaftaran paten.
Peneliti BRIN Ema Damayanti menjelaskan, bakteri probiotik yang ditemukan mampu bertahan di saluran pencernaan sekaligus menghambat pertumbuhan patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Selain itu, isolat unggulan menunjukkan aktivitas antikanker terhadap sel kanker kolon WiDr serta potensi pengendalian kadar gula darah melalui penghambatan α-amilase.
Analisis genom dan metabolomik mengungkap keberadaan gen penghasil senyawa bioaktif, termasuk bakteriosin dan antimikroba alami. “Indonesia memiliki keanekaragaman hayati lebah tanpa sengat yang sangat besar. Potensi ini penting bagi ketahanan pangan sekaligus pengembangan industri kesehatan berbasis riset,” ujar Ema.
Ke depan, tim BRIN akan melanjutkan penelitian pada tahap formulasi produk dan uji aplikasi pada pangan fermentasi maupun suplemen probiotik. Temuan ini memperkuat peran BRIN dalam mendorong inovasi pangan fungsional dan kesehatan alami bernilai tambah tinggi.****





