Fajarasia.id – Sektor pertanian dan perikanan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat. Dilaporkan bahwa akumulasi transaksi ekspor selama Januari-Februari 2024 mencapai sekitar Rp9,21 miliar.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melaporkan transaksi ekspor pertanian melalui PLBN Entikong mencapai Rp1.52 miliar per Januari 2024. Sedangkan ekspor sektor perikanan pada periode yang sama tercatat sebesar Rp2.57 miliar.
Sedangkan pada Februari 2024 ekspor sektor pertanian mencapai Rp2.73 miliar. Sementara ekspor sektor perikanan sebesar Rp2.39 miliar.
Menurut Kepala PLBN Entikong, Viktorius Dunand, ini menunjukan berbagai komoditas unggulan Kalbar banyak meluncur ke wilayah Malaysia. Mulai dari kayu olahan, langsat, arang, pisang, gula kelapa, udang wangkang, hingga ikan bawal hitam, tenggiri, dan kakap merah.
Selain itu, PLBN Entikong juga melaporkan data pelintas antarnegara yang menunjukkan tren kenaikan. Menurut Viktorius, jumlah pelintas di pintu kedatangan mencapai 51.739 orang dan dari pintu keberangkatan 48.758 orang
“Mereka terdiri dari warga negara Indonesia maupun asing,” ujarnya, Jumat (8/3/2024). Namun, lanjut Viktorius, pelintas batas terbanyak adalah WNI.
Sedangkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke PLBN Entikong pada periode Januari-Februari 2024 mencapai 8.866 orang. Mereka umumnya tertarik untuk menikmati pemandangan alam di perbatasan serta bangunan PLBN yang estetik.
Tak heran banyak wisatawan yang berfoto di sejumlah spot PLBN Entikong maupun sekedar menikmati pemandangan. Apalagi di sana terdapat zona penunjang berupa convenience store, pasar tradisional, masjid, dan terminal mini.****




