Fajarasia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru pencarian korban longsor yang terjadi di Cilacap dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Hingga Selasa (18/11/2025), tim SAR masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa di Cilacap sudah ditemukan 18 korban meninggal dunia. “Sisa pencarian di Cilacap tinggal lima orang,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Sementara itu, pencarian di Banjarnegara masih belum menunjukkan hasil signifikan. Dari total 26 warga yang dilaporkan hilang, baru dua korban ditemukan meninggal dunia. Abdul menjelaskan, kondisi tanah di lokasi longsor masih labil dan terus bergerak sehingga membahayakan keselamatan tim pencari. “Upaya pencarian hanya bisa dilakukan di area yang benar-benar aman, bahkan beberapa kali harus dihentikan karena pergerakan tanah dinilai berisiko tinggi,” katanya.
Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung pencarian korban. Langkah ini diambil agar hujan lebat tidak menghambat proses evakuasi. “OMC sudah dilakukan sejak lima hari lalu dan kini ditambah dengan dua pesawat,” jelasnya.
BNPB menegaskan bahwa keselamatan personel di lapangan menjadi prioritas utama. Dengan kondisi tanah yang masih bergerak, pencarian dilakukan secara hati-hati dan terukur. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi sekaligus meminimalisasi risiko bagi tim SAR.****






