Fajarasia.id – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI langsung bergerak setelah mengikuti forum parlemen perempuan ASEAN di Quezon City, Filipina. Selasa (28/4/2026), delegasi BKSAP mengunjungi Program Magister Asia Tenggara, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok, untuk menyampaikan hasil 5th Women Parliamentarians of AIPA (WAIPA) Coordinating Committee Meeting kepada akademisi dan mahasiswa.
Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari mandat strategis BKSAP sebagai jembatan antara diplomasi regional dan kepentingan nasional. “Kehadiran kami hari ini adalah komitmen untuk memperkuat hubungan parlemen dengan masyarakat, khususnya akademisi dan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan,” ujarnya.
Irine menjelaskan, BKSAP memiliki peran penting dalam diplomasi parlemen sesuai UU MD3 dan Tata Tertib DPR RI. Indonesia bahkan berperan aktif dalam membentuk Women’s Political Participation and Leadership (WPPL) Plan of Action 2024–2030, serta menjadi sponsor utama resolusi AIPA 2023 tentang kepemimpinan perempuan dan parlemen responsif gender.
Menurutnya, hasil forum internasional tidak boleh berhenti di ruang sidang, tetapi harus diterjemahkan dan didiseminasikan kepada pemangku kepentingan nasional. “Diseminasi ini memastikan diplomasi parlemen memberi kontribusi nyata bagi kebijakan nasional,” tegasnya.
Kunjungan ke kampus menjadi bukti bahwa diplomasi parlemen tidak hanya berlangsung di forum internasional, tetapi juga kembali ke masyarakat untuk memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran DPR RI.****





