Indonesia Dorong Kolaborasi ASEAN untuk AI Inklusif

Indonesia Dorong Kolaborasi ASEAN untuk AI Inklusif

Fajarasia.id – Indonesia menegaskan komitmennya menjadikan kecerdasan buatan (AI) sebagai motor penggerak transformasi digital inklusif di kawasan ASEAN. Hal ini disampaikan Anggota BKSAP DPR RI, Surya Utama, dalam sidang The 3rd Consultative Meeting of Young Parliamentarians of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (YPA) yang digelar daring dari Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Menurut Surya, dengan populasi lebih dari 680 juta jiwa dan proyeksi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan menembus USD 1 triliun pada 2030, kawasan ini memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi digital global. “AI adalah peluang strategis untuk mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di ASEAN,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga membawa tantangan, seperti misinformasi, ancaman siber, hingga penyalahgunaan AI. Di Indonesia, pemerintah telah meluncurkan Program Literasi Digital Nasional yang menjangkau lebih dari 20 juta masyarakat sejak 2021, serta memberlakukan UU Perlindungan Data Pribadi sebagai landasan pengembangan AI yang bertanggung jawab.

Dalam jangka panjang, Indonesia menargetkan pengembangan 9 juta talenta digital hingga 2030. Namun, Surya menekankan bahwa tantangan lintas batas seperti misinformasi berbasis AI tidak bisa diatasi secara nasional saja. Karena itu, Indonesia mendorong kerja sama ASEAN dalam pengembangan talenta digital, pertukaran praktik terbaik, hingga penyusunan kerangka kebijakan AI yang interoperabel.

“Melalui pendekatan inklusif dan kolaboratif, AI harus menjadi alat pemberdayaan pemuda ASEAN, bukan memperlebar kesenjangan,” tegasnya.

Langkah ini sekaligus membuka ruang diskusi regional mengenai inklusivitas akses digital, terutama bagi masyarakat pedesaan dan kelompok rentan, agar transformasi digital benar-benar dirasakan secara merata.****

Pos terkait