Fajarasia.id – Kekeringan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, terdapat 15 desa tersebar di 11 kecamatan mengalami krisis air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyumas, Andi mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait terus berupaya menyediakan stok air bersih. Ia mengimbau pihak kecamatan dapat menyediakan penampungan air dengan ukuran besar, sehingga pendistribusian air dapat berjalan efektif dan efisien.
“Kita lintas sektoral melakukan pengiriman air bersih secara terjadwal dibantu organisasi masyarakat dan PMI. Kami minta pihak kecamatan menyediakan penampungan air yang memadai, jadi kita tidak door to door lagi,” kata Andi Sabtu (26/8/2023).
Andi mengatakan, upaya lain untuk kebutuhan air bersih adalah dengan meminta bantuan pihak perusahaan yang memiliki izin penggunaan air tanah. Hal itu juga telah diatur dalam peraturan pemerintah yakni sebanyak 15 persen.
“Peraturan pemerintah mengamanatkan sebanyak 15 persen dari penggunaan air pemilik izin pengelolaan air tanah adalah digunakan untuk masyarakat. Beberapa perusahaan sudah bersedia membantu kami untuk membagi airnya kepada masyarakat,” ujarnya.
Andi mengatakan, antisipasi penyediaan air tersebut akan dilakukan sesuai dengan perkiraan BMKG yakni hingga November. “Kalau lebih dari November kita akan buat sumur-sumur,” ucapnya.***





