Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, menyoroti kasus siswi berusia 16 tahun, Febiona Purba, yang diduga mengalami gangguan ingatan usai keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan Badan Gizi Nasional (BGN) harus bertanggung jawab penuh, termasuk memberikan kompensasi kepada korban dan keluarga.
Charles menilai klaim bahwa Febiona sudah bisa berkomunikasi tidak serta-merta menandakan kondisi pulih. “Kondisi korban harus dinilai berdasarkan pemeriksaan medis komprehensif dan independen, bukan klaim pihak terkait program,” ujarnya, Jumat (11/9).
Ia menekankan seluruh biaya pemeriksaan, pengobatan, hingga rehabilitasi harus ditanggung pemerintah. Lebih jauh, BGN diminta tidak berhenti pada pernyataan “memperhatikan korban”, melainkan memberi bentuk pertanggungjawaban konkret berupa kompensasi. “Kerugian akibat keracunan bukan hanya biaya rumah sakit, tetapi juga trauma, terganggunya pendidikan anak, waktu orang tua mendampingi, serta kemungkinan dampak kesehatan jangka panjang,” tegasnya.
Kasus Febiona menjadi sorotan karena ia sempat tidak mengenali keluarga dan teman dekat setelah dirawat. Orang tuanya, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengungkap putrinya yang berprestasi di sekolah kini harus menunda pendidikan akibat kondisi kesehatan yang belum stabil.
Charles menegaskan keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari jumlah porsi makanan yang dibagikan, tetapi juga dari sejauh mana program mampu membangun ekosistem pangan yang sehat dan melindungi masyarakat dari dampak buruk. Ia berharap pemerintah menjadikan kasus ini momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan pertanggungjawaban program.****





