Fajarasia.id — Presiden Prabowo Subianto menjelaskan pembentukan batalyon-batalyon baru TNI ditujukan untuk menjaga kekayaan negara sekaligus mencegah praktik ilegal seperti pembalakan liar dan tambang ilegal. Menurutnya, idealnya setiap kabupaten memiliki satu batalyon untuk memastikan pengawasan terhadap sumber daya alam.
“Padahal di situ ada kekayaan kita, karena itulah selama sekian puluh tahun terjadilah illegal logging, illegal mining, kebun-kebun liar,” ujar Prabowo dalam pertemuan dengan pemimpin media massa dan tokoh masyarakat di Hambalang, Bogor, Kamis (17/9).
Prabowo mencontohkan minimnya pengawasan membuat perkebunan kelapa sawit ditemukan beroperasi di kawasan hutan lindung. Ia menekankan kehadiran batalyon baru akan memperkuat sistem pertahanan dan keamanan yang merata di seluruh wilayah.
Terkait anggaran pertahanan, Prabowo menyebut Indonesia masih berada di bawah 2 persen dari PDB, lebih kecil dibandingkan negara tetangga seperti Singapura yang mengalokasikan lebih dari 3 persen. “Anggaran kita termasuk yang paling kecil di ASEAN. Walaupun sudah naik, tetap tidak sampai 2 persen dari GDP,” katanya.
Ia menegaskan, sistem pertahanan yang kuat membutuhkan kehadiran unsur TNI di setiap kabupaten. “Sistem hankam yang merata membutuhkan kehadiran unsur-unsur pertahanan yang cukup kuat,” tambahnya.****





