Fajarasia.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 27 pejabat eselon Kementerian Pertanian sepanjang Agustus 2026 akibat dugaan penyimpangan anggaran dan keterlibatan judi daring. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat integritas birokrasi.
Dari jumlah tersebut, 13 pejabat dicopot permanen pada Senin (31/8) setelah terbukti terlibat aktivitas judi daring. Amran menegaskan keterlibatan aparatur sipil negara dalam praktik tersebut tidak dapat ditoleransi karena bertentangan dengan nilai kedisiplinan dan keteladanan.
Sebagian pejabat yang dicopot sebelumnya telah mendapat pembinaan, namun pelanggaran kembali terjadi. Bahkan, ada pejabat yang memiliki deposit judi daring hampir mencapai Rp200 juta.
Sementara itu, 14 pejabat lainnya dicopot pada 18 Agustus karena dugaan penyimpangan penggunaan anggaran bernilai miliaran rupiah. Proses pemeriksaan kini dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementan untuk memastikan fakta pelanggaran.
Amran menjelaskan pencopotan mencakup pejabat eselon I hingga III yang dinonaktifkan sementara demi menjaga profesionalisme dan meritokrasi. Ia menegaskan tindakan ini bukan hukuman akhir, melainkan bagian dari proses pemeriksaan yang transparan dan adil.
Jika terbukti ada kerugian negara, kasus akan dilimpahkan kepada aparat penegak hukum. Sebaliknya, pejabat yang tidak terbukti bersalah akan dikembalikan ke posisinya. Amran memastikan langkah bersih-bersih birokrasi akan terus dilakukan demi membangun Kementerian Pertanian yang profesional dan berintegritas.****





