Fajarasia.id — Presiden ke-7 RI Joko Widodo memutuskan bermalam bersama para penyintas gempa di posko pengungsian Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Rabu (16/9) malam. Kehadiran Jokowi disambut hangat dengan ritual adat Pa’e dan Thambo Wae, simbol kesejukan dan penghormatan bagi tamu yang datang ke Kampung Cawalo.
Dalam prosesi penyambutan, Jokowi dikalungi sarung adat Palue oleh dua Laki Mosa atau tua adat, serta perwakilan warga dari Dusun Cawalo dan Dusun Tudu. “Sebagai budaya kami orang Palue, apalagi di Rokirole, tamu baru pasti disambut dengan tradisi,” ujar Benyamin Cawa, Koordinator Kegiatan Kunjungan Jokowi di Desa Rokirole.
Kehadiran Jokowi memberi semangat moral bagi warga yang masih berada di pengungsian. “Ini kekuatan untuk membangkitkan semangat kami bahwa kami tidak sendirian,” kata Nikodemus W. Lowo, Koordinator Posko Utama Rokirole. Ia menambahkan, warga sempat mengira Jokowi batal datang karena rencana kunjungan sebelumnya ditunda.
Meski tidak menyiapkan banyak tuntutan, warga berharap Jokowi dapat melihat langsung kondisi mereka. “Kami berpikir beliau pasti tahu persoalan kami, baik dari pemberitaan maupun informasi lain,” ujar Nikodemus.
Bermalamnya Jokowi di posko pengungsian menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan rakyat, sekaligus pengingat bahwa dukungan moral sangat berarti di tengah pemulihan pascabencana.***





