Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya generasi muda memahami sejarah bangsa. Ia mengingatkan, bangsa yang tidak paham sejarah akan dihukum sejarah dan berisiko selalu menjadi korban bangsa lain.
“Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah. Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan jadi korban,” ujar Prabowo saat peluncuran motor listrik nasional di Cikarang, Bekasi, Kamis (13/8).
Prabowo menekankan, belajar sejarah bukan untuk menumbuhkan kebencian terhadap bangsa lain. Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai bangsa ramah dan baik, meski sering dianggap lemah oleh negara lain. Keramahan itu, kata dia, kerap dimanfaatkan untuk mengambil kekayaan alam Indonesia melalui praktik penyelundupan dan tambang ilegal.
Ia juga mengingatkan perjalanan Indonesia pasca-kemerdekaan yang penuh gangguan, mulai dari APRA, RMS, DI/TII, PRRI/Permesta, hingga G30S PKI. Menurutnya, setiap kali Indonesia berada di ambang kemajuan, muncul konflik yang memecah belah bangsa.
Prabowo kemudian mengajak masyarakat menjaga keberagaman sebagai takdir bangsa. “Kita ditakdirkan lahir sebagai bangsa majemuk, banyak suku, agama, bahasa, dan adat berbeda. Tapi kita bisa rukun. Itu yang membuat bangsa lain heran,” tegasnya.****





