Fajarasia.id – Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin mendorong Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat umat sekaligus memakmurkan negara melalui pengembangan pendidikan, kemandirian ekonomi, dan penguatan kerukunan bangsa.
Dalam Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi NU di Gedung Nusantara V, Senayan, Sabtu (8/8), Ma’ruf menegaskan NU bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan organisasi yang memperjuangkan keadilan, menjaga keamanan, serta mendorong perbaikan kehidupan masyarakat. “NU adalah organisasi yang memperjuangkan keadilan, menebarkan keamanan, melakukan perbaikan, dan membawa kebaikan,” ujarnya.
Ma’ruf menekankan pentingnya penguatan umat dengan menjaga masyarakat dari pemahaman keagamaan yang menyimpang serta meningkatkan pemberdayaan nyata. Ia mendorong konsep pendidikan majma’ul bahrain yang memadukan kekuatan ilmu agama dengan penguasaan sains dan teknologi.
Selain pendidikan, ia menilai kemandirian ekonomi harus menjadi bagian dari upaya memakmurkan negara. Gerakan ekonomi warga NU, menurutnya, memiliki akar sejarah melalui Nahdlatul Tujjar yang dirintis para ulama sebelum NU berdiri.
Dalam dimensi kebangsaan, Ma’ruf menekankan pentingnya menjaga tanah air sekaligus memelihara kerukunan melalui bingkai politis, yuridis, sosiologis, dan teologis. Ia menegaskan narasi kerukunan antarumat beragama harus dikedepankan, bukan narasi konflik.
Ma’ruf juga mendorong NU meningkatkan kualitas kepemimpinan melalui al-ishlah, yakni mendamaikan kelompok yang berkonflik sekaligus memperbaiki arah organisasi agar tetap berlandaskan Fikrah Nahdliyyah yang moderat dan dinamis. “Ke depan kita harus ber-NU dengan alasan dan landasan yang kuat,” tegasnya.***





