Fajarasia.id — Aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut.
Gempa susulan muncul dengan kekuatan yang bervariasi. Salah satu gempa terbaru tercatat mencapai magnitudo 5,2 dan kembali membuat warga waspada.
Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih tetap berada di luar rumah atau mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Warga juga masih berada di bawah tenda darurat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan lebih besar.
Sebuah foto yang diambil pada Minggu (16/8/2026) memperlihatkan warga duduk di bawah tenda darurat setelah mengungsi ke kawasan perbukitan. Langkah tersebut dilakukan menyusul gempa yang dirasakan di wilayah Sikka dan sejumlah daerah lainnya di NTT.
Gempa utama berkekuatan M 7,7 sebelumnya mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026). Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan bangunan, fasilitas umum, hingga memicu perubahan kondisi air laut di sejumlah wilayah pesisir.
Seiring masih berlangsungnya aktivitas seismik, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Tim gabungan juga masih melakukan penanganan terhadap dampak gempa, termasuk pendataan kerusakan dan memastikan kebutuhan warga yang mengungsi tetap terpenuhi.***





