Fajarasia.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan sembilan Health Emergency Operation Center (HEOC) guna memperkuat koordinasi, pemantauan situasi, serta memastikan kebutuhan kesehatan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat segera ditindaklanjuti.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan langkah utama saat ini adalah memastikan seluruh rumah sakit di kabupaten/kota terdampak kembali berfungsi optimal, terutama untuk mengantisipasi lonjakan pasien. “Kami bergerak cepat memulihkan layanan kesehatan di wilayah terdampak, dengan mengerahkan tim manajemen krisis, Emergency Medical Team (EMT), serta menyiapkan RS Lapangan dan dukungan logistik,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/8).
Sejak 16 Agustus, Kemenkes telah mendistribusikan obat-obatan dasar, emergency kit, ribuan sarung tangan steril dan nonsteril, masker bedah, oksigen konsentrator, serta tenda pos kesehatan. Tambahan delapan tenda juga disiagakan untuk mendukung pelayanan di lapangan.
Fokus pemulihan diarahkan pada layanan esensial seperti operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisa. RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat mendapat dukungan RS Mobil dengan fasilitas operasi, sementara RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan.
Selain itu, Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas yang rusak dapat kembali beroperasi dalam dua minggu, khususnya untuk pelayanan dasar seperti persalinan dan imunisasi. “Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTT, BNPB, dan Basarnas untuk memastikan tenaga medis, obat-obatan, serta sarana pendukung tersedia di wilayah terdampak,” tambah Menkes.
Langkah pemulihan dilakukan bertahap dengan memastikan layanan kesehatan dasar tetap berjalan, sekaligus membangun kembali kapasitas fasilitas kesehatan menghadapi kebutuhan yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.****





