Kantor Pemkot Diserang Bom, Garasi Dibakar

Kantor Pemkot Diserang Bom, Garasi Dibakar

Fajarasia.id — Serangan kembali terjadi di wilayah perbatasan selatan Thailand. Kali ini, sebuah kantor kotamadya di Provinsi Pattani diserang menggunakan bom dan dibakar hingga sejumlah kendaraan pemerintah rusak.

Dikutip dari Bangkok Post, Selasa (25/8/2026), serangan terjadi di Kantor Kotamadya Pho Ming, tambon Pho Ming, Distrik Panare, pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 21.10 waktu setempat.

Pos penjagaan keamanan di lokasi dilaporkan menjadi sasaran ledakan. Tak lama berselang, garasi kantor tersebut dibakar.

Kebakaran dan ledakan mengakibatkan sebuah truk sampah, mobil pikap penyelamat, serta kendaraan pemadam kebakaran mengalami kerusakan parah. Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Insiden itu terjadi sehari setelah rangkaian serangan bom dan pembakaran yang diduga terkoordinasi melanda tiga provinsi perbatasan selatan Thailand, yakni Narathiwat, Pattani, dan Yala.

Sekitar 50 serangan dilaporkan terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam. Dua perempuan dilaporkan mengalami luka-luka akibat rangkaian kekerasan tersebut.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan pemerintah masih menyelidiki motif di balik meningkatnya serangan di wilayah selatan.

Sihasak yang bertanggung jawab mengawasi penanganan keamanan di kawasan tersebut mengaku belum dapat memastikan pihak yang berada di balik serangkaian serangan.

Namun, dia mengkhawatirkan peningkatan frekuensi aksi kekerasan dalam beberapa waktu terakhir.

“Ada intelijen awal yang menunjuk pada rencana kekerasan terkoordinasi, dan otoritas keamanan seharusnya membuat persiapan yang lebih cepat untuk mengatasinya,” ujar Sihasak.

Sementara itu, Direktur Badan Intelijen Nasional Thailand Thanut Suvarnananda menduga serangan tersebut berkaitan dengan upaya kelompok pemberontak meningkatkan posisi tawar dalam proses perundingan perdamaian.

Pembicaraan mengenai pemulihan perdamaian di wilayah selatan Thailand diperkirakan kembali digelar pada akhir Oktober mendatang.

Thanut menilai sasaran serangan yang menyasar kantor dan fasilitas pemerintah memiliki nilai simbolis.

“Pembangkang mungkin juga ingin menghabiskan amunisi dan bahan peledak yang telah mereka simpan, karena khawatir akan rusak dan memburuk selama musim hujan,” kata Thanut.

Selain faktor politik dan proses perdamaian, Thanut menyebut penindakan terhadap perdagangan gelap juga berpotensi menjadi salah satu pemicu meningkatnya kekerasan.

Pemerintah Thailand sebelumnya melakukan sejumlah operasi dan menyita narkotika dalam jumlah besar di wilayah selatan.

Meski motif serangan masih didalami, Thanut mengatakan aparat intelijen telah mengetahui pihak yang diduga berada di balik rentetan kekerasan tersebut.

Namun, dia belum bersedia mengungkap identitas kelompok yang dimaksud.

Rentetan serangan ini kembali menyoroti persoalan keamanan di wilayah selatan Thailand yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kawasan dengan konflik bersenjata dan gerakan separatis.***

Pos terkait