Fajarasia.id – Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh menjaga stabilitas dan tidak mengorbankan kemajuan yang telah diraih selama 21 tahun pasca-Perjanjian Damai Helsinki. Ia menegaskan perdamaian telah membawa kesejahteraan dan perubahan positif bagi Aceh.
“Yang penting masyarakat memahami bahwa perdamaian telah membawa kemajuan dan kesejahteraan. Jangan sampai apa yang sudah dicapai selama 21 tahun ini terganggu,” ujar JK dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).
Pernyataan JK muncul menyusul kerusuhan di Banda Aceh yang bertepatan dengan peringatan 21 tahun perdamaian. Ia menilai peristiwa itu tidak mencerminkan keinginan mayoritas rakyat Aceh yang selama ini menikmati kondisi damai.
JK menekankan peringatan perdamaian seharusnya menjadi momentum refleksi atas keberhasilan penyelesaian konflik panjang melalui jalur damai. Ia juga menyoroti peran aparat TNI-Polri yang berupaya mencegah agar situasi tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Menurut JK, dinamika yang terjadi lebih berkaitan dengan ketidakpuasan internal kelompok lokal, bukan penolakan terhadap pemerintah pusat. “Tidak ada yang mengarah ketidaksenangan kepada pemerintah pusat, tapi ketidaksenangan kepada yang memimpin mereka sendiri,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat Aceh mengambil pelajaran dari perjalanan perdamaian selama dua dekade terakhir. Dana otonomi khusus dan dukungan pemerintah, kata JK, telah memberikan manfaat besar bagi pembangunan daerah. “Perdamaian ini telah membawa kemajuan, ekonomi masyarakat berkembang lebih baik, kebebasan, pendidikan, dan sosial jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” tegasnya.****





