DPR Desak RI Ambil Peran Hentikan Konflik AS-Iran

DPR Desak RI Ambil Peran Hentikan Konflik AS-Iran
Fajarasia.id  Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal meminta Pemerintah Indonesia mengambil peran lebih aktif dalam mendorong penghentian serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Menurutnya, diplomasi harus menjadi jalan utama untuk meredakan ketegangan yang berpotensi mengganggu stabilitas dunia.

Rizal menegaskan bahwa konflik bersenjata tidak pernah menjadi solusi bagi persoalan internasional. Sebaliknya, perang berkepanjangan hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat sipil serta memicu dampak ekonomi yang dirasakan banyak negara.

“Indonesia harus konsisten menyuarakan penghentian serangan dan mendorong semua pihak menahan diri,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ia mengingatkan, eskalasi konflik antara AS dan Iran berpotensi memperburuk kondisi geopolitik global. Ketegangan tersebut dinilai dapat mengganggu rantai pasok internasional, mendorong kenaikan harga energi, hingga memberikan tekanan terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia.

Karena itu, Rizal meminta seluruh pihak mengedepankan jalur diplomasi demi menjaga stabilitas internasional sekaligus melindungi masyarakat sipil dari dampak konflik.

Menurut dia, Indonesia memiliki posisi strategis di berbagai forum internasional yang dapat dimanfaatkan untuk menggalang dukungan bagi terciptanya gencatan senjata. Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Selain itu, Rizal mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama komunitas internasional segera memfasilitasi perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran agar konflik tidak semakin meluas.

“Indonesia bersama PBB dan negara-negara sahabat harus mengajak Amerika Serikat dan Iran duduk bersama di meja perundingan. Gencatan senjata harus segera diwujudkan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan,” katanya.

Rizal menilai masyarakat sipil selalu menjadi pihak yang paling terdampak dalam setiap perang. Selain menimbulkan korban jiwa, konflik bersenjata juga memicu krisis kemanusiaan, mengganggu stabilitas kawasan, serta meningkatkan ketidakpastian global.

“Perang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dunia membutuhkan perdamaian, bukan eskalasi konflik,” ujar Rizal.***

Pos terkait