Fajarasia.id – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI tengah mengkaji jalur alternatif pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke kawasan pertambangan Papua Nugini (PNG) melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN Yetetkun). Jalur ini akan memanfaatkan Butmabin Border Post yang berhadapan langsung dengan PLBN Yetetkun.
Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Nurdin, menjelaskan kebutuhan jalur alternatif muncul setelah distribusi logistik ke tambang Ok Tedi Mining Limited (OTML) terganggu akibat penurunan debit Sungai Fly yang dipengaruhi fenomena El Nino. Pemerintah PNG menyiapkan Butmabin Border Post dan berencana membangun fasilitas CIQS serta jalan penghubung sepanjang 500 meter menuju PLBN Yetetkun.
Menurut Nurdin, kebutuhan BBM OTML mencapai 10–15 juta liter per bulan. Karena itu, muncul usulan Indonesia-PNG Diesel Supply Corridor dengan skema kerja sama business-to-business (B2B) antara OTML dan Pertamina. “Pertamina pada prinsipnya siap menyediakan BBM dengan catatan seluruh regulasi dan perizinan dari pemerintah Indonesia dapat diurus,” ujarnya.
Selain aspek logistik, BNPP menekankan pentingnya kesiapan regulasi, perizinan, pengaturan CIQS, serta keamanan lintas batas. Peningkatan distribusi BBM diperkirakan akan meningkatkan aktivitas perlintasan, sehingga kapasitas PLBN Yetetkun yang saat ini bertipe C perlu dievaluasi.
Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP, Edfrie R. Maith, menegaskan perlunya survei lapangan untuk memastikan kondisi Butmabin Border Post sebelum pengembangan konektivitas dilanjutkan. Ia juga menekankan kolaborasi antarkementerian, Pertamina, dan instansi terkait guna mengidentifikasi kebutuhan teknis, regulasi, keamanan, hingga potensi ekonomi di kawasan perbatasan.
BNPP menilai pengembangan jalur ini tidak hanya mendukung kelancaran distribusi BBM ke tambang PNG, tetapi juga membuka peluang ekspor dan aktivitas ekonomi baru di kawasan perbatasan. “Dengan dibukanya jalur ini, peluang ekonomi yang muncul cukup besar dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di perbatasan,” tutur Nurdin.****





